Curug Malela, Lebih dari Sekadar Wisata

Pikiran Rakyat
3 Agustus 2009

oleh Budi Brahmantyo

MENJELAJAH Cekungan Bandung dengan gunung-gunung di sekelilingnya memang tidak ada habis-habisnya. Satu objek terkunjungi, objek lain sudah gugupay mengundang untuk datang. Banyak lokasi wisata air terjun di sekitar Bandung sudah dikunjungi dan Curug Malela mengundang kepenasaran untuk menyambanginya.

Curug Malela berada di Kampung Manglid, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, berbatasan dengan Kabupaten Cianjur di barat laut Bandung. GPS menunjukkan posisi koordinat S07*00’38.1″ E107*12’22.0″ di atas batu tempat memandang keindahan curug itu. Seperti ditulis di banyak situs blog pribadi, situs pariwisata, atau situs resmi Perhutani, maupun Pemkab Bandung Barat, air terjun ini memang mengagumkan.

Berdasarkan peta topografi, sungai yang jatuh sebagai Curug Malela setinggi lebih kurang 50 m dan lebar mencapai 70 m, adalah Cicurug. Toponimi sungai yang sesuai dengan sifat sungai ini yang banyak mempunyai air terjun. Hulu sungai berasal dari lereng utara Gunung Kendeng dengan bekas kaldera raksasanya yang berdiameter hampir 15 km. Dari gunung api yang terletak di sebelah barat Ciwidey yang telah mati ini mengalir jaringan Sungai Cidadap. Cidadap mengalir ke arah barat laut melalui Kecamatan Gununghalu menggerus rangkaian batuan keras yang umumnya berciri produk letusan gunung api tua.

Aliran Cidadap setelah melewati utara Bunijaya, kemudian mengalir dengan pola rektangular, yaitu suatu pola aliran sungai yang berbelok-belok secara tajam, bahkan tegak lurus. Alirannya ke arah barat yang kemudian bernama Cicurug mulai memasuki relief sangat terjal di suatu dataran tinggi yang dulu dinamakan Plateau Rongga.

Suatu keniscayaan bagi sungai yang mengalir di atas plateau untuk kemudian pola alirannya terganggu oleh air terjun yang bertingkat-tingkat. Itulah yang terjadi pada aliran Cicurug. Selain Curug Malela yang terbesar, ke arah hilir terdapat beberapa tingkat air terjun yang dinamakan Curug Katumiri dan Curug Ngebul, sebelum sungai ini bermuara ke Cisokan.

Relief terjal Plateau Rongga memberikan medan terjal dengan lembah-lembah membentuk huruf V yang berkemiringan lebih dari 100% atau bersudut lebih dari 45 derajat. Itulah mengapa pengistilahan “dataran tinggi” menjadi kurang tepat karena jika kita menuju wilayah ini, kita akan menghadapi jalan yang turun naik berkelok-kelok. Di atas plateau ini ketika sungai-sungainya mengerosi daerah secara vertikal, lereng-lereng lembah selain menciptakan medan yang terbatas untuk dijelajahi, tapi dari sisi yang lain menciptakan lanskap yang memesona mata.

Beberapa puncak plateau mencapai ketinggian di atas 1.000 m di atas muka laut rata-rata membuat udara pada Plateau Rongga umumnya sejuk. Tata guna lahan adalah perkebunan dan hutan. Sejak zaman Belanda, wilayah ini diperuntukkan bagi perkebunan teh yang sekarang dikelola oleh PTP Nusantara VIII Montaya.

Batuan yang membuat relief menjadi terjal dan kasar itu adalah batu breksi dan konglomerat berumur Miosen Atas, kira-kira diendapkan pada lingkungan peralihan darat dan laut pada waktu 10 hingga 5 juta tahun yang lalu. Sumbernya diperkirakan beberapa gunung api purbakala di selatan Jawa Barat yang aktif pada masa itu. Jenis batuan ini yang di Curug Malela sendiri tampak berlapis-lapis, bersifat sangat keras. Kesan yang timbul dari kerasnya batuan dapat dilihat dari morfologi batuannya yang memperlihatkan dinding-dinding tegak yang licin. Itulah yang nampak pada dinding Curug Malela yang terlihat begitu kokoh dan anggun.

Keanggunan air terjun yang dalam foto kecepatan rendah memberikan kesan seperti benang-benang sutra halus, tidak dimungkiri telah menawan hati dan pandangan mata siapa yang datang mengunjunginya. Jika hari tidak keburu gelap, kita akan seharian duduk tanpa bosan-bosannya menyaksikan fenomena alam yang luar biasa ini.

Akan tetapi jangan ke Curug Malela jika Anda ingin berwisata! Bahan bacaan yang ada di situs-situs memang memberitakan keindahan Curug Malela. Bahkan sejak tahun 2006, beberapa media memuat pernyataan-pernyataan pejabat pariwisata yang memuji-muji potensi yang luar biasa ini. Kenyataannya, akses jalan yang seharusnya mulus menuju objek yang diunggulkan ini membuat pengendara frustrasi pada kunjungan pertama.

Ketiadaan penunjuk arah sejak Kota Kecamatan Gununghalu membuat kita selalu bertanya kepada penduduk yang dilalui. Memang betul malu bertanya sesat di jalan, tapi kalau terlalu banyak bertanya karena ketiadaan penunjuk arah, pengelola daerahlah yang sesat di jalan birokrasinya. Jadi setelah banyak bertanya, jalan akan mengarahkan kita ke arah Bunijaya dan berbelok ke arah kanan di daerah yang dikenal sebagai Simpang Rongga. Jalan kemudian berkelok-kelok menyempit menanjak. Sekalipun beraspal baik, tapi lubang-lubang besar membuat kelancaran perjalanan terganggu.

Di Kota Kecamatan Rongga, kita kembali dihadapkan pada persimpangan jalan dan terpaksa kembali bertanya. Jalan ke kiri yang diambil akan membawa kita ke daerah Kubang, Perkebunan teh Montaya. Jalan perkebunan asri yang diapit pohon-pohon mahoni dan damar membawa kita memasuki daerah perbukitan yang turun-naik berkelok-kelok pada jalan sempit. Beberapa kali kendaraan kita dapat langsung berhadapan pada kelokan sempit dengan kendaraan lain, atau terkejut ketika tiba-tiba pengendara ojek muncul di depan hidung kita dengan tiba-tiba.

Perjalanan dari Gununghalu ke Kubang Montaya yang hanya berjarak kurang dari 20 km terpaksa harus ditempuh antara 1,5-2 jam perjalanan kendaraan roda empat, dengan banyak bertanya. Dari Simpang Kubang ke arah Cicadas kita akan didera jalan batu yang berlubang-lubang. Perlu waktu hampir satu jam menempuh jarak pendek tidak lebih dari 3 km itu.

Sesampainya di Cicadas bukan berarti Curug Malela telah ada di depan kita. Jalan berikutnya berupa jalan perkebunan yang tidak dapat dilalui mobil biasa harus ditempuh dengan cara jalan kaki. Perlu waktu kira-kira satu jam untuk akhirnya mencapai Curug Malela setelah menuruni jalan setapak terjal dengan beberapa lereng hampir 70 derajat. Sangat melelahkan. Silakan bayangkan jalan kembali melalui rute yang sama.

Sejak 2006 atau 2007, Pemerintah Kabupaten Bandung yang kemudian dilanjutkan oleh Bandung Barat telah menyatakan akan mengelola destinasi potensial ini. Hingga 2009 akses jalan kelihatannya sudah diperbaiki (sekalipun kembali berlubang-lubang), tetapi menyisakan hampir 5 km yang sangat menyiksa dan membuat frustrasi wisatawan.

Persoalan yang dilontarkan sangatlah klasik, yaitu kekurangan anggaran dan menunggu investor!

Dari sisi lingkungan, sebenarnya Curug Malela sangatlah rentan terhadap pencemaran. Jaringan hulu Cicurug yang berasal dari Cidadap melewati kota-kota kecamatan yang cukup padat, seperti Gununghalu dan Bunijaya. Sepanjang alirannya di wilayah permukiman Kecamatan Gununghalu, lembah Sungai Cidadap menjadi tempat pembuangan sampah, terutama dari rumah-rumah yang tumbuh di tepi sungai. Sampah-sampah itu terbawa aliran Cidadap untuk kemudian ikut jatuh di Curug Malela. Jangan heran jika di lereng-lereng bawah dekat air terjun itu kita akan mendapati tumpukan sampah-sampah plastik, sandal jepit, atau styrofoam.

Itulah Curug Malela yang memberi berjuta pesona, tetapi sayang sekali tidak terkelola dengan baik, selain juga munculnya ancaman pencemaran sampah. Jadi kalau ingin berwisata, jangan ke Curug Malela, kecuali jiwa kepetualangan Anda yang terus memanggil karena pesona curug ini dapat mengalahkan hambatan aksesibilitas yang memprihatinkan.

(Budi Brahmantyo, Kepala Pusat Kepariwisataan ITB, dosen KK Geologi Terapan, FITB, ITB; Koordinator Kelompok Riset Cekungan Bandung, anggota IAGI)***

Curug Malela sbg "cataract" (foto: Galih MN)

71 comments to Curug Malela, Lebih dari Sekadar Wisata

  • soni

    Salam Bang Admin
    Tertarik sekali….bahkan suangat tertarik untuk bawa anak-anakku yg antusias dengan alam.
    Apakah tdk ada rencana untuk buat event perjalanan atau camping bersama, kayaknya banyak sekali peminatnya. Kalau ada kegiatan bersama, tolong saya diberitahu lewat email ya…., Terima kasih…..Bravo…

  • admin

    hingga saat ini dan waktu dekat ke depan, belum. Mengapa tidak anda koordinir sendiri bersama teman2? kalau diperlukan saya siap bantu. silakan email ke: budibr@gc.itb.ac.id

  • widyarti

    insyaAllah tgl 1 februari mau kesini bareng temen2. klo yg dr jkt atau mau ikut jln bareng silahkan. mumpung debit air bagus plus bdg ngak macet

  • Ada yang sudah pernah gowes ke Curug Malela? Insya Allah besok pagi kami akan mencoba track kesana dengan persiapan mental dan fisik untuk sesekali angkat sepeda. Semoga dapat track yang baik dan bisa share waypoint GPS nanti.

  • admin

    wah oke…kami tunggu informasinya. tks.

  • krisna

    wowwww….nice bgt….klo ada yang mw ksna tp pake motor sy mau ikutan donk…hemmm memungkinkan tidak untuk camping dsna???

  • vera

    wooww.. keren sekalii.. saya bersama temen2 kantor ada rencana mau kesana awal maret nanti..
    boleh tau alamat jelas nya atau angkutan umum apa yg bisa kita tumpangin kalo dari transtudio bandung??

    tolong di bantu ya mas admin…
    tararengkyuuu.. :)

  • admin

    dari Ciroyom ada angkot ke Gununghalu dan Buniayu, dari situ sangat jarang angkot ke Rongga. dari Rongga bisa pake ojek. Akan lebih baik kalau nyewa mobil sendiri.

  • anggi

    aku pernah kesana, subhanalloh pemandangan yang indah tepat berada d pelupuk mata, ciptaan tuhan yang sempurna masih bersih tak tejamah oleh manusia-manusia jahil yang suka mengotori pemandangan indah dengan sampah ..

    tinggal sentuhan akses jalan sedikit untuk mempermudah proses menikmati maha karya tuhan yang maha esa..

  • Khairullah Alathas

    salam kenal & salam sejahtera untuk bung admin …….

    kenalkan saya khaerul domisili sekarang di kampung cijawal desa cibedug kecamatan rongga

    kebetulan saya salah satu karyawan di pabrik teh perkebunan montaya

    kami sedang mengembangkan wisata agro pendamping curug malela, yaitu wisma atau rumah singgah fasilitas milik perusahaan perkebunan kami

    menawarkan jasa penginapan untuk bapak2 – ibu2 – sodara2 yg ingin mengunjungi curug malela & menghabiskan waktu lebih lama di sekitar curug malela, lokasi wisma kami terletak 1 jam perjalanan k curug dengan fasilitas lumayan lengkap, 1 bangunan wisma terdiri dari 4 kamar luas (2 kamar dengan 2 buah single bed + lemari pakaian + kamar mandi dalam + water heater) dan 2 kamar lagi dengan 2 buah double bed + lemari pakaian + kamar mandi dalam + water heater

    selain itu ada fasilitas TV + parabola dengan 300 channel lebih, ruang tamu yang representatif, ruang makan & dapur yang nyaman, dijamin akan memuaskan kunjungan anda k kawasan wisata curug

    kalo memerlukan info lebih lanjut dapat menghubungi saya :
    Khairullah Alathas – Kepala Pengolahan Pabrik CTC Harendong Kebun Montaya
    Telp. 081381289758
    PIN BB 270C9F0C

  • bagus bagus… jd pengen jg nih kesana!
    Minta rute dunks om bud
    cek web ini jg

  • bapaobar sobarna

    salam sejahtra dari bapaobar sobarna memang benar apa yang anda tulis tentang CURUG MALELA yang sangat menakjubkan hasil ciptaan maha karya yang mungkin hanya setitik keindahan yang kita ketahui tapi bersyukur hususnya orang Bandung walaupun nunjauh disana yg dengan menempuh jarak kurang lebih 80 KM dari kota bandung dengan begitu melelahkan mungkin akan terobati setelah sampai di lokasi kebetulan waktu itu tanggal 20 mei 2012 saya mencoba dengan Ber MTB ria [ bersepeda MTB sedirian untuk membuktikan keindahan CURUG MALELA ] Mungkin tuan rumah bisa kunjunngi FB saya dengan add ketik pada pencarian teman yaitu bapaobar sobarna dan beberapa tempat wisata dengan menaiki sepeda MTB.thank salam selalu dari bapaobar sobarna bisa ketik di youtube dg key obar curug malela.

    23 Mei 2012 17:45

  • leli wahidah

    subahanalloh
    pemandangan alam yg luar biasa dan air terjun alami yang sangat bagus,..
    saya pernah kesan kebetulan saya PKL di tempat itu di Bandung di PERHUTANI Jadi kami tim di ajak sama bapak pendamping kesana,,,,,
    senang,,,,,
    luar biasa walau capek tapi cukup puas…setelah sampai di sana,,

  • pitri

    mau tanya dong min, kalo saya bwa rombongan bus kira2 ada parkiran busnya gak? kira2 perjalanan dr parkiran menuju air terjun brapa lama ya?

  • admin

    bus payah, bagusnya truk tentara. dari parkiran di SD Cicadas jalan lebih kurang 1 – 2 jam.

  • Fay

    min kalau naik motor kira2 memungkinkan ga min ? dari kota bandung kira2 berapa lama perjalanan ? buat tempat parkir motornya aman ga min ?

  • admin

    coba cek jawaban atas komentar…sudah ada di sana…

  • nheii cimmi

    wwwawww amazing bangettZZ mantep ya negara kita punya tempat yg masyaallah kaya gitu ..moga ajja dapet bantuan dari pemerintah buat medan jalannya yg terjal…amiinnn.

  • ophie_havianto

    terimakasih buat admin udah share tentang curug malea..
    hari ini kita bakalan ke curug malea loooh..
    boleh berkunjung, asal tetap jaga keasrian dan kebersihan curug malea ini :-D

  • Agung Pradjoko

    Saya sudah kesana bulan Desember 2012, dari Cimahi bermotor, brangkat jam 6 pagi, tiba dilokasi jam 10.
    perjalanan yang melelahkan, namun terbayar dengan keindahan air terjunnya,..

  • Ki Anom Gumilaar

    haduuh, kunaon atuh pamarentah teh cicing wae teu milu ngurus potensi wisata anu sakitu hadena ?.

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>