Mitos Modern Prof. Santos: Atlantis itu Indonesia

Tulisan saya di Harian Umum Pikiran Rakyat (7 Okt 2006: Sundaland = Benua Atlantis yang Hilang? ) membantah artikel di harian yang sama yang ditulis oleh Prof. Dr. H. Priyatna Abdurrasyid, Ph.D (2 Okt 2006) dengan judul “Benua Atlantis itu (Ternyata) Indonesia.” Prof. Priyatna tersanjung karena Indonesia dinyatakan sebagai benua Atlantis yang hilang menurut pendapat Profesor Brasil Arysio Santos melalui bukunya yang terbit pada 2005: “Atlantis: the Lost Continent Finally Found”. Akhirnya buku yang dijadikan acuan Prof. Priyatna untuk artikelnya itu, baru diterbitkan dalam bahasa Indonesia oleh Penerbit Ufuk pada tahun 2009 dan mulai diedarkan di awal 2010 ini.

Ketika pada tahun 2006 menulis artikel di PR itu, saya terus terang belum membaca bukunya Prof. Santos. Namun demikian saya berani membantah karena saya telah menduga sebelumnya bahwa mestinya bukti-bukti Indonesia sebagai Atlantis didasarkan pada temuan-temuan di bidang geologi dan arkeologi.

Dari sudut pandang dan temuan-temuan geologi dan arkeologi itulah sebenarnya telah sangat jelas bahwa penenggelaman Sundaland (yang menurut Prof Santos menjadi inti Atlantis di Indonesia) tidak terjadi dalam satu malam, waktu penenggelaman seperti diungkapkan Plato. Penenggelaman paparan luas itu terjadi secara evolutif memakan waktu ribuan tahun. Itupun bukan oleh suatu gempa bumi yang diikuti tsunami raksasa, tetapi akibat perubahan iklim berupa pemanasan global dari zaman es ke zaman antar es.

Dari sisi arkeologi, ketika Atlantis diperkirakan oleh Plato berjaya sampai sekitar 10.000 tahun yang lalu, kebudayaan Indonesia purba tidaklah semaju seperti yang digambarkan oleh Plato. Kehidupan purbakala saat itu masih berada pada Zaman Paleolitik. Masyarakatnya hidup terutama dari berburu dengan hanya menggunakan bahan-bahan alam dari batu, tulang, atau kayu/bambu. Hidup mereka diduga tinggal di tepi-tepi sungai dengan tempat berteduh sederhana dari ranting-ranting pohon, atau di gua-gua alami. Bandingkan di waktu yang sama, bangsa Mesir telah berperadaban tinggi, di antaranya sudah sanggup membuat piramid.

Setelah saya mendapatkan dan membaca buku itu dalam versi Bahasa Indonesia, rupanya kedua alasan kuat di atas dibantah habis oleh Prof. Santos. Tadinya saya pikir Prof. Santos akan berargumen dengan temuan-temuan baru geologis dan arkeologis di Indonesia. Namun alasannya rupanya lebih didasarkan argumen-argumen mitologi dan kebetulan-kebetulan atau kesamaan linguistik. Peta-peta dan buku-buku kuno Ramayana, Mahabarata, Iliad, dll. serta dongeng-dongeng yang tersebar di seantero dunia dari tradisi Yahudi Kuno, Kristiani Awal, kepercayaan-kepercayaan pagan yang menyembah berhala, adalah referensi untuk menyatakan argumennya bahwa akhirnya benua Atlantis yang hilang telah ditemukan (di Indonesia), seperti judul bukunya.

Begitupun alasan-alasan dari sisi geologi sama sekali tidak mendasar. Akhir Atlantis menurut Santos adalah letusan dahsyat G. Krakatau (Proto Krakatau) pada 11.600 tahun lalu, yang di geologi tidak pernah ada catatan penentuan umur produk letusan itu. Krakatau dianggap Pilar Herkules yang sesungguhnya dengan pendamping G. Dempo di Sumatera Selatan yang di geologi catatan tentang letusan G. Dempo sangatlah miskin dan juga belum pernah diketahui meletus dahsyat. Akhirnya Prof Santos menggunakan argumen letusan Toba 74.000 tahun lalu yang jelas tidak cocok dengan berakhirnya Atlantis yang menurut Prof. Santos sendiri berakhir 11.600 tahun yang lalu.

Pada awal-awal buku, saya sudah kehilangan selera untuk menamatkannya dengan argumen-argumen yang sangat tidak berdasar tersebut. Apalagi, pengakuannya bahwa penemuan Atlantis di Indonesia itu setelah melakukan riset selama 30 tahun, tetapi belum sekali pun Prof. Santos mengunjungi Indonesia.

Sebagai seorang doktor fisika nuklir (dan geolog? Seperti tertulis di sampul buku versi Bahasa Indonesia) — hasil dari penelusuran di internet — ternyata karya tulis Prof. Santos hanya di seputar Atlantis saja (yang jelas semua argumennya tidak mengacu kepada bidang fisika nuklir). Benar-benar hanya pakar Atlantologi rupanya.

Dan ini… Satu hal yang semakin meragukan lagi adalah bahwa di daftar referensinya ternyata tidak ada satu pun – sekali lagi TIDAK SATU PUN – mengacu pada literatur tentang geologi dan arkeologi Indonesia. Padahal telah sangat berjibun referensi tentang geologi, arkeologi, mitologi, sejarah, antropologi, dan lain sebagainya tentang Paparan Sunda, Sundaland, atau Indonesia, baik yang ditulis peneliti-peneliti Indonesia dalam bahasa Inggeris maupun mancanegara/internasional. Misalnya buku paling lengkap membahas prasejarah Indonesia oleh Peter Bellwood (Prehistory of the Indo-Malaysian Archipelago, 1985; edisi Bahasa Indonesia diterbitkan Gramedia, 2000) sama sekali tidak dirujuk.

Saya tidak sendiri membantah Prof. Santos. Berikut saya kutipkan juga pendapat geolog dari BP Migas, Awang Satyana, yang pengetahuan tentang geologinya sangat luar biasa. Pak Awang sempat didaulat untuk bedah buku Prof. Santos itu di akhir November 2009. Kutipan ini saya copy dari postingnya di milis iagi.net yang sangat panjang dan saya salin bagian resumenya saja sebagai berikut:

Tesis-tesis yang diajukan Prof. Santos dalam bukunya “Atlantis: the Lost Continent Finally Found” (2005) tidak mempunyai bukti dan argumentasi geologi. Sundaland adalah paparan benua stabil yang tenggelam pada 15.000 – 11.000 tahun yang lalu oleh proses deglasiasi akibat siklus perubahan iklim, bukan oleh erupsi volkanik. Erupsi supervolcano justru akan menyebabkan musim dingin dalam jangka panjang.

Tidak ada bukti letusan supervolcano Krakatau pada 11.600 tahun yang lalu. Letusan tertua Krakatau yang dapat diidentifikasi adalah pada tahun 460 AD. Gempa, erupsi volkanik dan tsunami tidak pernah disebabkan beban sedimen dan air laut pada dasar samudera, tetapi akibat interaksi lempeng-lempeng tektonik.

Migrasi manusia Indonesia (Sundaland) ke luar setelah penenggelaman Sundaland, bertolak belakang dengan bukti-bukti penelitian migrasi manusia modern secara biomolekuler.

Karena mekanisme-mekanisme geologi yang diajukan Prof. Santos tidak mempunyai nalar geologi yang benar, maka sangat diragukan bahwa Indonesia (Sundaland) merupakan benua Atlantis.

Memang, akhirnya buku Prof Santos hanyalah buku yang penuh argumen yang tidak berdasarkan kepada temuan ilmiah. Seperti diungkapkan oleh Thomas Djamaluddin, peneliti/astronom dari LAPAN di http://nasional.vivanews.com/news/read/100793-ilmuwan_indonesia__atlantis_itu_pseudoscience, pendapat Santos hanya akan menjadi pseudoscience yang seolah-olah seperti sains tetapi cara pengungkapannya lebih hanya kepada opini-opini penulis sendiri yang didasarkan pada mitos dan legenda, dan tidak didukung bukti-bukti geologi atau arkeologi yang meyakinkan.

Hal itu, bagi saya, membuat penilaian pada buku Prof. Santos (yang telah meninggal dunia) menjadi sangat – sangat negatif dan meragukan. Akhirnya, buku yang sangat tebal ini menjadi begitu membosankan dengan argumen-argumen yang tidak masuk akal dan dipaksakan untuk cocok alias dicocok-cocokkan. Baru di buku inilah saya begitu banyak membuat coretan, catatan pinggir, dan catatan kaki.

Maaf, prof. Semoga engkau mendapatkan apa yang engkau cari tentang Atlantis yang sebenarnya di alam kubur!

Foto Prof. Santos diunduh dari http://www.videoperu.org/videos

37 comments to Mitos Modern Prof. Santos: Atlantis itu Indonesia

  • hitam putih Atlantis banyak argumen tentang Kota Hilang tersebut, jangan cepat mematahkan argumen seseorang hingga Atlantis itu benar2 pernah ada dan kita sudah tau posisinya. jikapun tidak anggap aja itu hanya dongeng belaka

  • ini hnya sebagian kecil kekuasaan tuhan yang di pertanyakan..

  • hanif

    masyarakat kita cenderung gampang mempercayai mitos, apalagi yang membuat bangga sebagai orang Indonesia, termasuk atlantis ini………bahkan ketika diberikan bukti geologi, orang2 bebal itu terus membantahnya, apa bukti yang mereka tunjukan? MITOS, MITOS, dan MITOS…….ya pantes aja bangsa Indonesia ga maju2, wong lebih percaya mitos ketimbang bukti science, seperti bukti geologi dan arkeologi…………kalo pun ada bukti, jawaban mereka pasti ” bisa aja ilmuwan salah dan lain”, halaaaaaaaah capeeeee deeeeh

  • nhono'

    cocokmi itu,,,diami……benar mi itu…

  • LaK3

    iya rasanya bangsa indonesia saja yang lebih percaya dengan mitos dibanding bangsa bangsa lain yang ada di dunia, mungkin bangsa indonesia itu punya keyakinan : ” Orang yang benar diantara orang-orang yang salah, maka orang yang salah yang mana ?…..orang yang benar kan?!”
    Kebenaran sesungguhnya hanyalah milik Tuhan Pencipta Alam Semesta, kita hanya dianugerahi secuil saja dari kebenaran tersebut, seperti secangkir air laut dibanding luasnya lautan di bumi ini.
    Nasib bangsa ini tidak akan berubah jikalau hanya berharap saja, tetapi kita harus berusaha dengan mencari kebenaran seluas-luasnya melalui mempelajari kebenaran menurut orang lain dan membagikan kebenaran menurut kita kepada orang lain.
    Kita buktikan benar atau tidaknya keberadaan atlantis di indonesia dengan cara saling berbagi isi cangkir yang kita pegang.
    Jangan pernah menyerah indonesia..!!

    ~Science without religion is lame. Religion without science is blind – A.Einstein~

  • komen

    => Org Indo kluar di Youtube jadi artis
    => Org luar kluar di youtube paling diguyu

    Gimana juga lahir jd org Indo..

  • iqbal

    atlantis ada atau tidak ada, Indonesia tetap Indonesia.

  • Saya sangat terkesan dengan pemaparan artikel ini. Namun, bagi saya buku Profesor Santos tetap luar biasa. Arkeologi modern sekalipun sebenarnya tidak bisa menjawab banyak fenomena peradaban kuno bangsa sebelum bangsa yang ‘mengaku’ modern ini seperti fenomena di balik peninggalan piramida Mesir, peradaban kuno Amerika dan sebagainya. Sejalan dengan pemikiran Prof. Santos, bahkan Borobudur pun telah di putar balikkan oleh pemikiran ‘revolusioner’ KH. Fahmi Basya atas penelusurannya tentang negeri Saba’. Begitu juga Erich Von Daniken (meski saya tidak semua setuju dengan pemikirannya) telah membuat tercengang arkeologi modern, karena tidak bisa mengungkapkan keganjilan demi keganjilan peninggalan bangsa-bangsa ‘kuno’ ini.

    Ilmu pengetahuan ‘modern’ yang lahir tidak lebih dari 2 abad lalu, jauh sekali dari umur bumi dan manusia. Sejarah manusia yang tidak tercatat telah jutaan tahun menyimpan mesteri yang dipenuhi teka-teki. Bukti-bukti peradaban yang tertinggal, hanya sebatas puncak gunung es. Penemuan fosil yang ‘dianggap’ sebagai bukti keberadaan manusia purba dengan peradaban ‘tidak maju’ toh telah dibantah habis oleh Harun Yahya, termasuk juga Dr. Naik dari North Amerika.

    Menurut saya pertanyaan retoris Paul Davis bahwa “Apakah kita akan mengetahui sesuatu tanpa mengetahui segala sesuatu?” sangat memberikan gambaran betapa relatifkanya sebuah kebenaran, termasuk ilmu pengetahuan yang kita yakini dan kita bela habis-habisan. Toh betapa kukuhnya Ptolemeus selama hampir 14 abad akhirnya tumbang oleh Copernicus.

    Jika hari ini ada yang bilang bahwa ada orang dibacok tidak mempan, pasti kita akan berkata “tidak masuk akal”. Toh saya sendiri telah melihat orang-orang ini, meskipun saya saat itu bilang tidak masuk akal, tetapi kenyataan berbicara lain. Inilah sesuatu yang harus dimasuk-masukkan akal atau lebih dari sekedar itu, inilah sesuatu yang harus dipikir tidak dengan akal karena mungkin akal-akalan kita saja dengan berkata sesuatu itu tidak masuk akal.

    Dengan membaca buku Paradigma Holistik kita akan bisa lebih memahami secara menyeluruh kemana seharusnya kita berfikir di zaman ini. Pemikiran-pemikiran kontroversi dan revolusioner Prof. Santos, KH. Fahmi Basya sampai Erich Von Daniken patut diapresiasi sebagai tawaran memahami realitas. Toh ‘kebingungan’ ilmuwan modern dalam memahami perilaku atom seharusnya memberi ruang yang lebih luas kepada seluruh pemikir untuk memberi angin segar atas pengetahuan ala Newtonian dan Descartesian ini. Bukanlah di Bumi yang bulat, tidak ada yang terbalik?

    Selamat jalan Profesor Santos, meskipun profesor telah tiada, tapi pemikiranmu akan tetap ada (disarikan dari V For Vandetta)

    Terimakasih artikel yang luar biasa :-) Semoga Tuhan meneteskan setitik pemahaman kepada kita semua atas fenomena ini dengan terus menggali dan belajar, amin.

  • Ariesandi

    Apakah Plato dan penerusnya benar-benar objektif dan tidak dipengaruhi sentimen rasis?

    Apakah Atlantis benar-benar ada dan benar-benar hancur dalam satu hari-walaupun menurut saya ini agak berlebihan?

    Jika memang ada apakah benar ada di Indonesia?

    Kalau memang pendapat Dr Santos bisa membangunkan bangsa ini untuk maju, sekalipun kebenarannya masih berkabut, then LIHOP (Let It Happen On Purpose).

    Ada beberapa buku yang saya sarankan untuk dibaca supaya kita tidak terjebak untuk menilai sejarah dengan asumsi-asumsi yang dianggap sebagai sebuah ilmu pengetahuan.

    Civilization One – Christopher Knight, Alan Butler.
    The Lost Technologies of Ancient Egyptian – Christopher Dunn.
    Technology of the Gods – David Hatcher Childress.

    “The World Is Not as You Thought It Was” – meminjam sub judul Civilization One.

  • werewolf

    admin yg trhormat, maaf sbelumnya.. saya cuma lulusan SMA jdi mungkin tidak mengerti. tapi anda adalah seorang geolog bukan?? jadi saya ingin menanyakan? mungkinkah ATLANTIS yang sedemikian BESARNYA tenggelam hanya dalam waktu 1 malam seperti yg di ktakan oleh plato?atau itu hanya sebuah ungkapan??
    ATLANTIS tenggelam 11000 tahun yang lalu.
    bukankah SUNDALAND juga tenggelam antara 15000- 11000 (SEBELAS RIBU) tahun yg lalu?
    jadi mungkin saja kan kalau SUNDALAND adalah ATLANTIS??
    atau ATLANTIS memang tidak pernah ada??
    mohon penjelasan dari anda!?

  • admin

    werewolf yg baik, coba baca tulisan saya yg lain di blog ini “Sundaland = Benua Atlantis yang Hilang?” Artikel ini pernah dimuat di PR tahun 2006 membantah satu tulisan sebelumnya di PR juga ttg buku Santos (saat tulisan tsb dibuat, saya belum baca buku Santos, tp sbg seorang geolog saya bisa memperkirakan arah buku Santos)

  • Eko Yudiantoro

    Jika kita bangsa indonesia mau melihat bukti bukti yang ada pada kerajaan tertua di indonesia sebelum masehi yaitu kerajaan Kandis yang ada di sumatera, mungkinkah kerajaan kandis tersebut sebagai kerajaan atlantis yang hilang tersebut.

  • chum van oranje

    kalau menurut saya…..bahwa prof Santos mengatakan Indonesia adalah atlantis saya setuju…karena cerita yang di ceritakan bahwa atlantis adalah negeri kaya dan subur bisa di lihat ketika indonesia msih hijau yg kaya akan hutan,bahan tambang, sistem pertanian yg bgus yg pernah menjadi lumbung padi asia tenggara. itu adalah contoh kecil yg membuktikan bahwa yg di katakan prof santos mendekati kebenaran….banyak bangsa yg ingin indinesia menjadi negara jajahanya karena mereka melihat indonesia begitu kaya dan subur sama seperti negeri atlantis….tp semua itu WAllohu a’lam.

  • mahisa

    Menurut saya,apa yang ditemukan oleh Prof.Santos ada benarnya hanya kurang mendukung pemikirannya.Saya pribadi sudah sejak tahun 1996 mendengar bahwa nusantara adalah pusat peradaban dunia dan menurut narasumber itu didapat dengan menterjemahkan kitab2 kuno jaman kerajaan dulu (Prabu Jaya Baya dsb).Pada kenyataannya orang indonesia sangat minim meneliti kebenaran kitab2 kuno di nusantara dibanding orang asing, ini sangat lucu !

  • Terkadang satu disiplin ilmu tak cukup untuk mengupas sebuah masalah keilmuan dan menarik sebuah kesimpulan yang benar . Perlu banyak ilmu dalam menterjemahkan sebuah masalah yang ada untuk menarik kesimpulan. Dalam sebuah masalah yang sama, akan bisa berbeda dalam menarik sebuah kesimpulan akhir. Ini karena perspektif masing2 disiplin ilmu juga berbeda dalam menilai masalah tersebut. Dari sudut pandang ilmu geologi yang anda ketahui memang belum memungkinkan untuk menarik sebuah kesimpulan bahwa indonesia itu adalah sisa atlantis yg hilang. Karena data2 pendukung berupa arekologi dan data geologi sangatlah minim. sejarah ilmu moderen saja hanya baru berkembang 2 abad silam, apalagi ilmu mengenai geologi dunia yang masih seumur jagung yang ingin membedah misteri atlantik yang sudah ribuan tahun menghilang. Gunung api bawah laut di wilayah laut sumatera saja baru ditemukan beberapa tahun silam. Itu pun menggunakan teknologi yang baru ditemukan abad ini. Ini mengingatkan kita bahwa untuk mengungkapkan sebuah kebenaran ilmiah harus dibuktikan melalui ilmiah juga kalau dilihat dari sudut pandang ilmiah. Jika tidak bisa dibuktikan secara ilmiah dikatakan bahwa itu bukanlah sesuatu yang ilmiah dan hanya cerita belaka. Alat bukti keilmiahan itu terbatas berupa teknologi2 canggih yang ada.
    Ada kalanya melihat sebuah masalah atau kasus harus menggunakan ilmu2 lain yang dalam hal ini sebagai penunjang data2 yang ada dan jumlahnya terbatas. Meski belum bisa dibuktikan dengan ilmiah, namun bisa dijadikan sebuah hipotesa yang perlu dicari bukti2nya berupa penelitian selanjutnya. Jika kita menilai bahwa Prof. santos menulis tidak berdasarkan fakta2 geologi yang ada dan hanya berdasarkan mitos2 atau cerita2 atau dongeng2 dari para leluhur adalah tidak ilmiah dan tidak didasarkan pada bukti2 ilmu geologi belum juga tepat. Karena sang profesor menulis berdasarkan sudut pandang ilmu yang berbeda menurut data2 yang ia miliki. Mestinya membahas sebuah masalah hendaklah banyak melibatkan banyak disiplin ilmu yang ada dan paling tidak bisa memberikan berbagai hipotesa dan masukan2, menjadikannya sebuah tambahan data2 yang ada untuk dikaji lebih lanjut.
    Saya pernah mendengar bahwa dalam kitab2 kuno jawa maupun sunda bernama salakanagara banyak membahas cerita atau gambaran2 masa lalu mengenai sundaland dan sejarah terbentuknya nusantara. Ini bisa memberikan kita perspektif yang berbeda jika kita mau mempelajarinya sebagai tambahan data2 bagi disiplin ilmu kita yang ada. Data2 berupa cerita kuno bisa menjadi pijakan awal kita dalam meneliti apakah atlantis itu indonesia atau bukan.
    Bahkan plato pun membuat buku tentang atlantis adalah berdasarkan cerita turun menurun. Ada rentang jarak ribuan tahun antara Zaman atlantis dan Plato hidup. Lalu Plato membuat buku tentang Atlantis tersebut apakah didasarkan fakta2 ilmiah ?
    Di pembukaan awal buku Plato dikatakan bahwa ” saya membuat buku ini berdasarkan cerita2 dari orang2 dan berasumsi menurut pemikiran pribadi “…..
    Plato saja berasumsi mengenai atlantis dari cerita2 yang ada ( mungkin bersumber dari kitab2 kuno dan berbagai kitab2 suci zaman itu )dan menuliskan hasil hipotesanya ke dalam sebuah buku. Bisa jadi yang dikatakan Plato itu adalah indonesia ( sundaland atau sundadiana kalau dalam bahasa sunda kuno ) dan memberikan istilahnya dengan sebutan Negeri Atlantis untuk indonesia. Belum ada bukti yang kuat secara ilmiah kalau atlantis ada ,apalagi kalau atlantis itu indonesia. Semua masih berdasarkan Hipotesa belaka. Orang2 barat pun tahu istilah Atlantis berdasarkan cerita2 dari buku Plato, dan Plato pun tahu tentang sebuah peradaban sebuahn negeri yang maju ( Ia menyebutnya Atlantis ) bahkan dari cerita orang2 sebelumnya ( yg memiliki rentang waktu ribuan tahun) berupa buku atau naskah kuno yang ditemukan oleh Plato.
    Jadi menurut saya apapun yang dikatakan pihak lain mengenai sebuah masalah hendaknya ditampung dan dikaji terlebih dahulu terlepas darihal itu benar atau salah, ilmiah atau tidak, karena semua orang memiliki sudut pandang berbeda dalam menilai suatu kebenaran menurut pemikirannya dan disiplin ilmunya. Dan cerita masa lalu adalah sumber awal kita dalam melakukan hipotesa dan menjadi data awal sebuah penelitian yang akan kita lakukan. Semoga apa yang diberikan oleh Profesor Santos untuk indonesia membawa kita dalam semangat membangun bangsa ini …dan mejadikan kita pribadi2 yang luhur dalam menghargai karya orang lain….semoga

  • orgcantik

    menurut saya, sebagai seorang geolog pasti anda tahu dong berapa banyak kadar kekayaan dalam tanah air kita? papua begitu kaya emas dengan senyawa uranium yg sama kayanya dibawah emas, kalimantan yang kaya akan batu bara, dan sumber minyak. belum lagi aceh kaya akan gas alam belum lagi kandungan mineral disepanjang sumatra, jawa dan sulawesi …anda tahu kenapa nasa sering sekali memotret indonesia? karena disini dinegeri kita semuanya ada…. dari minyak bumi, gas alam, uranium, emas, batu bara tanah yang subur, apa saja bisa ditanam ditanah air kita. wajar klo prof santos mempopulerkan Indonesia dengan atlantisnya, karena sebenarnya dunia barat menutupi dan tidak membuat kegaduhan akan kayanya Indonesia sebagai upaya perdamaian dunia dan monopoli usaha mereka terutama amerika di Indonesia. semoga suatu hari Indonesia menjadi bangsa yang mandiri, dengan sumber daya alam yang kaya dan sumber daya manusia yang cerdas, bertanggung jawab, beriman dan bersih.

  • satria

    atlantis=indonesia…like this

  • Kresna

    Atlantis mungkin saja di Indonesia, Arya mungkin saja dari Indonesia, Aztec-Inca-Maya mungkin juga dari Indonesia, Mesir Kuno mungkin juga dari Indonesia, Sanskrit mungkin juga dari sini…tapi itu semua gak ada artinya karena sekarang kita di jajah.

    Emas kita itu dikeruk ke luar negeri, lebih dari 200kg/hari (emas 23.99 karat). Itu baru emas…

    Yang paling kecewa jelas DKI Jakarta, udah tata kota ancur-ancuran, macet dimana-mana….mana ada orang Jakarta kurang bensin…

    Liat lah kawan, orang-orang kita di daerah kurang bensin….karena 40% bensin Indonesia orang Jakarta yang ‘makan’ apalah arti lulusan ITB tapi gak berguna buat bangsa ini.

    Salam Orang Merdeka!

  • albert

    Salam buat kawan2 semua.
    mari kita lihat kebelakang mengenai sejarah2 kita. semua itu sangat memungkinkan negara kita sebagai atlantis walaupun kita belum mengetahui kebenarannya. dari segi alam sangat mendukung untuk hal itu apalagi posisi negara kita di daerah khatulistiwa. dari segi manusia kita tahu sementara ini manusia tertua ternyata ada di Indonesia. Salah satu keajaiban di dunia ada disini. ledakan gunung berapi yg hampir memunahkan umat manusia berasal dari Indonesia. dan orang2 serakah, sombong dll yg menghancurkan atlantis itu sama seperti yg ada di Negara kita ini. Permasalahannya adalah kapan kita akan sadar akan semua hal ini bahwa mereka tidak sadar alam pada waktunya nanti akan menuntut pertanggungjawaban kita dengan memunahkan kita semua. Orang2 jaman dulu tahu hal ini karena hati mereka masih banyak yg bersih. Pahlawan kemerdekaan Indonesia yaitu Pak Soekarno dan Pak Suharto tahu hal ini terutama pak Soekarno dengan kelebihan yg dimilikinya. Sedangkan Pak Suharto tahu kesalahan yg telah beliau lakukan yaitu Freeport tp setelah itu tidak ada lagi tambang lg sekelas Freeport muncul lagi di jaman beliau. Kalau kawan2 semua tahu bahwa keluarga Cendana sebenarnya tahu mengenai kandungan mineral yg ada tapi mereka tidak mau mengeksposenya. Indonesia sebenarnya cukup dengan Pertanian sebagai pondasi sudah bisa merangkak keluar dari permasalah yg ada saat ini dan tambang jgn coba2 diolah secara besar2an karena ini akan berdampak sangat besar nantinya dan orang2 geologi paham maksudnya ini. Dari semua hal diatas sebenarnya sudah tercantum sebenar2nya dalam PANCASILA dan hanya orang ATLANTIS yg mampu membuat hal ini. MEngapa saya mengatakan hal ini karena diseluruh dunia tidak memiliki pemahaman yg begitu kuat dan mendalam seperti PANCASILA dan tidak bisa terjiplak. Sedangkan kita saat ini hanya berkutat di Sila Pertama terus tapi bila Negara Indonesia ini bisa kembali lagi menyempurnakan sampai ke Sila Kelima maka negara kita ini akan kembali menjadi NEGARA ATLANTIS.
    BERBANGGALAH MENJADI ORANG INDONESIA DAN BERSEDIHLAH MENJADI ORANG INDONESIA

    INDONESIA MERDEKA DAN JAYA

  • Randhy Wang

    Menurut saya, pendapat Prof. Santos kurang tepat. Dilihat dari buku Timeaus dan Critias yang merupakan sumber awal dari Atlantis, bahwa letaknya ada di seberang pilar2 Herkules, yang disebut Selat Gibraltar dan juga disebutkan banyak keterkaitan dengan daerah Mediterania maka kurang tepat disebut Indonesia sebagai Atlantis.

    Saya tidak berusaha under-estimate bangsa ini, benar kenyataannya bahwa bangsa ini adalah bangsa yang besar, apalagi pada jaman Majapahit yang menguasai Asia Tenggara bahkan sampai India dan Australia. Namun di buku Plato tersebut, disebutkan bahwa Atlantis menguasai Eropa Barat yang menurut saya tidak mungkin dilakukan Indonesia.

    Menurut Prof. Santos bahwa Atlantis haruslah sebuah kawasan tropis, sehingga tidak mungkin terkena dampak dari jaman es, adalah benar. Namun bukan hanya Indonesia saja yang merupakan daerah tropis,

    Saya lebih cenderung bahwa Atlantis ada di daerah sekitar Gibraltar atau Atlantik.

  • Untuk membenarkan jika Indonesia adalah Atlantis dulunya coba melakukan penelitian dari dasar laut Indonesia dengan radius benua Atlantis yang dulu berdasarkan karya Plato dalam karyanya yang berjudul Timaeus dan Critias.

  • orang kampung

    emhhh setelah berjalannya waktu saya beranggapan artikel ini hanya ingin memperlihatkan siapa yang ahli saja dalam bidang arkeolog, atau sebagai penemu atlantis yg hilang….mungkin penjelasan di bawah ada hubungannya dengan “atlantis”

    klo gax salah bulan juli 2011 (intinya sebelum bulan puasa 2011) 2 tim arkeologi (saya lupa lagi namanya) yang meneliti gunung sadahurip, garut dan gunung lalakon, bandung di tolak para ahli arkeolog pemerintah dengan alasan “tidak mungkin ada bangunan piamid di indo”…tp ingat saya “hanya mirip, bukan ada bangunan di dalam gunung”….dan bulan kemarin tim bencana katastropik purba yang dibentuk pemerintah mengatakan “ada bangunan dalam gunung sadahurip”…..tim katastropik purba juga telah menggunakan metode Interferometric Syntetic Aperture Radar (IFSAR) yang mana dari gambar yang dihasilkan dapat dilihat sebuah gambar telanjang piramida di sana…..berdasarkan penelitian carbon dating umur batuan di Gunung Sadahurip sendiri lebih dari 10.000 tahun……

    saya mengutip artikel bapak di paragraf ke 3
    “Dari sisi arkeologi, ketika Atlantis diperkirakan oleh Plato berjaya sampai sekitar 10.000 tahun yang lalu, kebudayaan Indonesia purba tidaklah semaju seperti yang digambarkan oleh Plato” :-)

    mungkin penemuan yang awalnya di tolak para ahli arkeolog, geologi dll yg terkenal di indo…ehhh sekarang malah ikut2an meneliti dan berkata “Ya” ini bisa dikatakan sebagai peradaban yang hilang…

    maaf kalau sekarang saya mengatakan semoga bapak tidak menutup mata tentang pendapat seseorang dalam mengungkapkan sejarah……semoga bapak juga bisa melihat atlantis di indonesia sebelum ajal menjemput bapak. amin

    saya orang garut yang tiggal dekat dengan gunung sadahurip dan melihat langsung apa yang dilakukan oleh tim katastropik pemerintah…..maaf kalau ejaannya gx baku…maklum urang lembur :-)

  • apa yang disebut rasional adalah kemampuan penalaran tertinggi yang mengandung asumsi,imajinasi,intuisi dan akal sebagai pintu gerbang kebenaranya. Manusia tidak tahu apa apa, untuk membedah nilai peradapan manusia harus meniti mata rantai retorika berdasar temuan temuan peradapan sebelumnya,generasi orang indonesia sekarang hanyalah sisa dari prestasi raksasa peradapan masa lalunya. penalaran sering tertipu oleh hal hal non teknis. kelihatanya rasional ,,,, teryata masih tertipu !!!!!!!

  • opinier

    menurut gue gak ada yg gak mungkin. mungkin semua hal yg seharusnya gak boleh kita tahu adalah jalan terbaik, daripada harus tahu dan mengaku-ngaku, malah akan menjadi bumerang dan perdebatan terutama yg sangat menginginkan nilai materil dari penemuan itu. Munkin ini jalan terbaik untuk kita semua. Jadi ada hal yg harus kita utamakan, daripada mencari-cari hal yg belum tentu benar keberadaannya. Yah, ALLAH HUALAM.
    Kita boleh memiliki argumen asalkan di dukung bukti-bukti yang kuat dan riset-riset yang akurat.

  • arkeolog

    daripada cuma bisa menulis, lebih baik ikut meneliti deh pak. kebiasaan anak itb sih, kalo menurutnya salah udah, tok, pokoke salah, gak mau ikutan meneliti yang “salah”.
    beliau si prof santos bilang 30 tahun meneliti. Anda? mungkin hanya 30 jam membaca buku ini dan merasa buku tersebut salah.

  • TreaIsland

    Bumi dihamparkan, rahasia kehidupan dibacakan..

    Kenapa tema blog ini tidak sebanding dengan pernyataan admin atas ulasan Prof Santos…? Rahasia kehidupan adalah dimungkinkan utk diungkapkan melalui cara2 yaitu salah satunya apa yg Prof Santos sampaikan. Kalaupun nalar admin menyampaikan demikian, bayangkan nalar Prof Santos yg mengabaikan teori Pluto…butuh sekedar “bullshit” utk melakukan itu.

    30 tahun dihabiskan utk riset yg awalnya tidak mengacu pada Indonesia, tapi riset ke berbagai spot di dunia yg diduga asal muasal Atlantis (jd terang saja beliau tdk ke Indonesia)…sy yg bukan geolog aja berdasarkan logika, kalau mau riset materi yg sedemikian dahsyat ga cukup 30 thn? banyak trial dan error.

    Last but not least, sy setujua kalau sekiranya yg mengaku geolog dan ilmuwan Indonesia yg luar biasa pintar utk berbagi cangkir pengetahuannya…jgn bisanya cuma ngenyek hasil karya orang lain…

    Indonesia = Atlantis <<< like this…

  • maaf para ahli arkeolog yg sedang berkumpul. saya memang belum mengerti. namun saya juga pernah membaca suatu buku disitu terdapat CheckList Kesamaan Indonesia dengan Atlantis.hasilnya memang bnyk kesamaan.. saya juga percaya Indonesia Atlantis yang hilang. Bukti Alam yang menyerupai Taman Firdaus. Manusia nya Pintar, banyak keajaiban dunia di Indonesia.. Atlantis tenggelam 1 Malam ? Saya percaya , Tsunami dan Gempa di Aceh aja udah bnyak makan korban, Apalagi ini yang (katanya) Tsunami 13KM..
    Maaf cuma sharing

  • Sastro

    Namanya BENUA YANG HILANG, tentu sudah banyak bagian yang tenggelam. Bukti temuan buku tentang Vimana (teknologi pesawat dan nuklir purbakala) di India yang dahulu menyatu dengan Indonesia menurut Santos layak dipertimbangkan sebagai teknologi atlantis.
    Pendapat Prof. Harry Truman Simanjuntak, seperti juga Admin, tentu saja hanya berdasar buku bacaan….. Kait mengkait, Tuk gematuk… Semua semu…
    Mitos akan menjadi nyata saat bukti tersedia, alam akan memberi tanda…
    Jaman dahulu pendapat bumi bulat dicemooh sampai terbukti. Anak kecil heran seorang anak bisa dibuat oleh ibunya sampai mereka dewasa dan ‘melek’.
    Budaya yang hilang, bagaimana kita tahu budaya jaman lampau, bagaimana menyusun batu2 seberat ribuan ton di situs2 Maya, bagaimana orang jaman dahulu melebur tembaga yang memerlukan 1000+ C panas, bagaimana orang jaman dahulu mampu menaikkan batu ke puncak piramida? Pake tangan, atau pake ilmu gaib yang menurut para professor hayalan. Jadi?
    Semua semu, seperti UFO. Orang barat menyelidiki, meneliti baru komentar. Kita hanya menikmati hasilnya, membaca, mengutip, dan merasa sok pintar.
    Mohon maaf, salam. Kebijaksanaan mengalir bagai air. Satu tegak, satu lurus, persilangannya adalah kebenaran. Terimakasih.

  • Gung Tri

    Begini aja,, Itu lautan atlantik siapa yang kasih nama? Lha Wong Namanya Saja Atlantik, otomatis ya disitu-situ juga.

  • bocah geblek

    saya sebagai rakyat rendahan takut. takut akan adanya bencana dari Tuhan. bencana yang ditimpakan kepada bangsa yang terdiri dari orang orang yang merasa lebih dari orang lain serta menutup mata hati akan adanya alternatif pandangan sederhana orang lain. sedang Tuhan yang Maha Segalanya tidak pernah memperlihatkan keunggulanNya karena tanpa diperlihatkan toh orang orang yang memperhatikan tanda tanda alam juga akan paham dengan sendirinya. matahari adalah suatu bintang. cahayanya seringkali dikatakan pelita dunia sehingga banyak orang memuja cahayanya. sedang Alam Semesta ini sesungguhnya luas dan tiada batas, matahari hanyalah salah satu penerang diantara gelap angkasa. cahaya yang setitik seperti matahari seringkali membuat orang takabur dan lena akan adanya ilmu yang lebih dalam di gelapnya selubung hijab Alam Semesta. Para Malaikat pun selalu bertasbih dan berdoa supaya dihindarkan dari sifat menyombongkan diri, karena mereka diciptakan dari cahaya atau nur, karena mereka takut jika cahaya itu justru akan membutakan mereka.

  • bocah geblek

    maaf sekali lagi saya berucap. kali ini saya akan tegas. mohon maaf kalo anda anda yang bernaung didalamnya marah…. Jangan sok pintar dan hanya bisa menghakimi karya orang lain secara negatif. Sumber yang anda gunakan pun baru hanya bisa meluncurkan roket ukuran kecil, paling besar pun ukurannya juga segitu itu…itupun kalo anak kecil ngliat pasti bilangnya, eeh bapak bapak dan mas mas berdasi dan berbaju SAGRAM itu bisa bikin SES ukuran Gedhe ya Mak… (padahal paranormal di seluruh negeri ini yang bisa ngirim Keris terbang tanpa bahan bakar aja ga btuh publikasi di TV swasta /tapi beda ama mereka paranormal generasi muda yang pengen pamer di tv itu). Admin dan koncokonconya sudah pasti bergelar tinggi tinggi. jelas. tapi ingat mas mas dan bapak bapak THE SO-CALLED EXPERTS di negri ini jangan lupa daratan. ingat masih ada langit di atas anda. anda anda belum tentu siap jika diposisikan sebagai Prof Santos. maaf, saya benar-benar menangis melihat tulisan anda yang seolah olah tersenyum puas menghina karya Prof Santos yang sudah wafat. ingat orang yang berTUHAN tidak akan tega berbuat hal yang hina seperti itu. horamtilah saingan maupun musuh anda, maka anda akan dimuliakan oleh semesta tanpa harus adu pamer ilmu layaknya preman kelas teri. ingat kita semua dari tanah kembali ke tanah. sehebat hebatnya penalaran kita, bumilah tempat mengubur otak kita. itu pertanda bahwa otak tidak akan sampai ke langit. justru hati yang senantiasa mencoba nerima dan legowo akan keunggulan orang lainlah yang kelak menuntun ruh kita ke langit.
    RENUNGKANLAH SAUDARA SAUDARA

  • bocah geblek

    THE LAST. SETUJU SAYA DENGAN ARKEOLOG. ki yo tak beberke, aku wong jowo kluthuk ora wong pinther koyo koen koen pada. mules weruh penganggo mung kutho sok sokan. ngurus SDA wae ra jegos malah ngurus karyane uwong, kethara yen koen koen pada ra duwe gawean alias NGANGGUUUUUUR. sampeyan ngerti pora. nek wong nang ndeso ndeso ki ra btuh ocehan wong kang ra gelem wani tumindak kaya sampeyan. rung nate neliti kanthi patitis opo meneh kanti puluhan taun og wis wani komentar. ki mesti salah asuhan perguruan tinggi negara iki. manuuuuuuut kabeh karo aturan baku saka guru. lah gurumu kuwi bener pora nang. nek pancen sampeyan ki bocah bocah ITB kaya sing ARKEOLOG omongke, aku saya ngeri, ngeri mbayangke generasi enom INDONESIA kok bisane mung NGOMONG, NDEBAT, MBANTAH, NGGURUNI, MINTERI (KAYA PEJABAT JAKARTA), NGAKALI, NGADALI, MBLUNGON (MLENCA MLENCE),KEMINTER, NGAKSI, NING JEBUL MUNG IWAK TERI. NEK PANCEN SIRA SIRA RUMANGSA PINTER, AREP MERUNTUHKAN TEORI SANTOS, GAWEA BUKU TANDINGAN NEK PERLU KABEH PARA AHLI DIJAK, OJO MUNG BISANE NGOMPLEH NANG DUNIA MAYA. TAK TUNGGU BUKUMU PADA. ILING PIONEER LAN MARTIR KUWI BIASANE WONG KANG WANI TURNO RA NGUMPET WAE NGGROMBOL,
    PROF SANTOS LAKA LAKA!!!!!

  • Feger

    Apakah Benar Atlantis itu ada..???
    Klo memang atlantis itu ada apa keuntungan buat kita?? Karena bagi saya atlantis itu adalah cerita Zaman terdahulu yang penuh dengan tebaran fiktif (Cerita Rakyat) alias Dongeng yang tidak memiliki bukti nyata terhadap pernyataan ilmiah di era teknology canggih sekarang ini.

    Kita manusia turun temurun akan terus hidup dalam perubahan zaman yang akan terus berganti dengan tragedi dan bencana alamnya, so untuk itu mari kita sama-sama berkreasi untuk melakukan sesuatu yang dapat menghindari kita dari bencana-bencana alam dan tragedi yang terjadi seperti sekarang ini (contoh: Lumpur Sidoarjo), agar pada zaman yang akan datang nanti anak atau cucu dan cici kita bisa menikmati hidup yang lebih baik.

  • ary plato

    saya percaya Benua ATLANTIS itu di indonesia,sudah banyak bukti yang mendekati dan bukti2 yang lain tinggal menyusul untuk dibuktikan para ARKEOLOG handal indonesia yang terbaru Peradaban Gunung Padang, Cianjur sebentar lagi bakaln terrungkap apa itu isi di dalamnya . . . . maka dunia akan tercengan dan mengakui indonesia sebagai awal peradaban di dunia alias KALAH TUO dibanding dengan negara2 barat dan afrika, maupun amerika latin . . . . . HIDUP N U S A N T A R A meskipun kini kita bangsa yang terpuruk akibat banyaknya koruptor yang mendiami dan me-regenerasi di bumi pertiwi ini . . . ..

  • untungyuli

    ..ngk usah pada berdebat,,aq percaya klo atlantis ada di bumi indonesia..simple aja…coba anda smua bayangkan…smua binatang purba ada di indonesia yg tlah di temukan mati,terdampar di dataran pantai..sampai yg masih hdup..contoh..hiu tutul purba di perairan manado,,,komodo bnatang purba yg ngk ikut musnah..dan masih banyak lagi..ke elokan nya jg bisa anda lhat..terumbu karang di lombok..pulao raja ampat.dll..kekayaan…pulao emas yg sampai skrng masih di jarah sama pihak asing…apa masih kurang klo indonesia ini adalah atlantis atau kerajaan kandis yg telah hlang..indonesia sbtul nya surga dunia sperti isu atlantis..kita aja yg ngk sadar..coba anda smua sama kan dnga negara manpun…kekayaan indonesia mulai dri pertanian sampai keindahan nya bumi pertiwi…smua negara dulu berloba lomba untuk mengusai nya…andai saja kita punya pemimpin yg benar benar adil..maka jaya lah indonesia .makmur indonesia..sperti kerajaan kandis atau atlantis..

  • I am Indonesian

    Setahu saya konteks tulisan Plato dan Prof. Santos adalah “musnah” atau lenyap. Tenggelam karena kenaikan muka air laut adalah proses selanjutnya. Tapi jangan lupa, tertimbun material letusan gunung juga lazim dikatakan tenggelam. Di Indonesia tercinta ini banyak sekali contoh negeri (kerajaan, kampung, dusun) tenggelam karena letusan gunung berapi. Tengok letusan Tambora, Krakatau, Samalas (Rinjani), belum lagi gunung purba yang hanya tinggal kawahnya seperti toba, dempo, dieng, bromo. Alangkah bijak seandainya semua ahli dan yang merasa ahli berpartisipasi mencari fakta kebenaran. Semua punya porsinya masing-masing, ya geologis, ya arkeologis, ya paleontologis, ya vulkanologis….jangan sampai seperti cerita orang buta dan gajah. Bom atom bukan Einstein yang buat, dia cuma nyumbang rumus, Fermi yang jabarin itu rumus jadi bom atom, tapi bukan dia yang jatuhin itu bom….kalau cuma dipajang doang rumus Einstein jadi nggak kebukti. Ayo buktikan kang Santos salah atau benar.

  • Bara

    beberapa bulan yg lalu tahun 2014 saya beli buku ini di Gramedia TSM (Trans Studio Mall) Bandung dan saya baru beres baca di chapter 7 lalu saya stop membaca nya ga akan baca lage itu buku. saya sangat setuju dengan artikel pak Budi Brahmantyo ini. artikel ini menurut saya cukup dimengerti bagi masyarakat umum, mengapa..? karena saya percaya Pak Budi ini kan betul-betul mengerti dan paham mengenai Ilmu dan Teknologi Kebumian apalage pak Budi ini kan dosen ITB.

    saya sudah baca one by one komen2 para pembaca blog ini. pendapat saya terhadap komen2 diatas adalah LEBIH BAIK DIAM KALO TIDAK MENGERTI SAMA SEKALI TIDAK PERLU MEMBERIKAN KOMENTAR-KOMENTAR NEGATIF TENTANG ATLANTIS. namanya juga MITOS yang diteliti menggunakan ILMU PENGETAHUAN, ada yang setuju ada juga yang tidak setuju dan itu kan wajar banget di dalam dunia keilmuan saling bantah membantah suatu riset penemuan penemuan yang seperti itu.

    kalau pun para pembaca ingin tahu kebenaran adanya Pulau Atlantis yang digambarkan & dijelaskan oleh PLATO, kenapa ga buat aja mesin waktu..? bawa Handycam, Camera, buku tulis dan ATK lalu tanya lah kepada PLATO “EHH PLATO SEBENARNYA PULAU ATLANTIS ITU ADA ATAU TIDAK SICH..??” lalu pulang lah Anda ke zaman sekarang kemudian sebarkan lah hasil wawancara tsb kepada seluruh masyarakat di DUNIA. hahahahaha :D

    ini saya ada referensi tentang PULAU ATLANTIS dari “National Geographic Channel” : on.natgeo.com/1s4EWpH
    referensi lainnya: Behind the Atlantis myth: Isn’t there any truth? bit.ly/1s4FBHK | ‘Lost’ City of Atlantis: Fact & Fable bit.ly/1s4Fyvu | lalu cari-cari aja video tentang Pulau Atlantis di youtube dan tafsirkan sendiri “APAKAH PULAU ATLANTIS ITU ADA..??

    Terima Kasih

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>