Dua Jempol untuk Kamus Survei dan Pemetaan Berilustrasi

Hari ini, 21 Januari 2011, saya mendapat kiriman buku kamus. Kamus Survei dan Pemetaan Berilustrasi yang disusun oleh Agus Hermawan Atmadilaga.

Buku KSP dan penyusunnya Agus H. Atmadilaga, berfoto di Bromo 2010 bersama saya, Sukendra Martha (saat itu Sekretaris Bakosurtanal) dan Dudung M. Hakim (dosen Geodesi ITB yang juga memberi pengantar di buku KSP)

Saya selalu kagum dengan para penyusun kamus. Orang dapat saja berkilah apa susahnya menyusun kamus, tinggal mengumpulkan istilah lalu menguraikan arti dan penjelasannya. Justru di situlah susahnya!

Ketika satu istilah muncul, penyusun kamus yang bertanggung jawab harus segera mencari arti dan penjelasannya dari banyak sumber. Bukan tidak mungkin beberapa sumber mempunyai penjelasan yang berlainan. Si penyusun mau tidak mau harus menentukan pilihannya. Hal ini tidak mudah, membawa pada pergulatan pemikiran, dan pasti memakan banyak waktu.

Coba baca buku karangan Simon Winchester “the Professor and the Mad Man.” Buku non-fiksi itu menceritakan penyusunan Kamus Inggris Oxford. Kamus disusun hingga menghasilkan beribu-ribu entri/lema dengan penjelasan lengkap dan lintas sumber yang luas. Penyusunnya adalah seorang professor bahasa Inggeris, tetapi kontributornya adalah seorang dokter Amerika gila yang dipenjara karena membunuh seorang buruh Inggeris. Buku ini membawa kita pada gambaran betapa jungkir-baliknya menyusun kamus dengan memakan waktu berpuluh-puluh tahun.

Orang lain mungkin berkilah juga: kan sekarang ada wikipedia? Tinggal klik istilah yang diinginkan, akan segera muncul jawabannya. Memang betul. Tetapi hati-hati. Ketika wikipedia dapat dientri secara bebas, orang secara bebas menulis pula, sekalipun memang ada kontrol dari pembaca yang luas.

Satu kasus buruk dengan wikipedia pernah saya alami sendiri ketika mengklik “Daendels” dalam wikipedia bahasa Indonesia. Di salah satu penjelasannya dikatakan bahwa pada tahun-tahun setelah selesai tugasnya di Hindia Belanda, ia menjadi gigolo!

Alamak…ketika dicek ke wikipedia English, rupanya dengan tidak bertanggung jawab si pengentri menulis seenak udel dengan gigolo alih-alih sebagai pedagang. Untunglah setelah saya sebarkan melalui facebook, beberapa pembaca segera mengoreksinya (jangan-jangan orangnya si pengentri yang tidak bertanggung jawab tadi, yang bermain-main dengan kata-kata seenak udel).

Inti dari hal itu adalah kita jangan terlalu percaya dengan wikipedia. Tetap harus kritis dan cek silang dengan sumber lain.

Lain halnya dengan kamus berbentuk buku yang diterbitkan. Buku kamus tidak dengan mudahnya melakukan koreksi begitu saja seperti wikipedia. Si penyusun harus yakin apa yang ditulisnya benar sebelum buku diterbitkan. Karena kamus akan menjadi acuan yang diakses secara sangat luas. Bayangkan tanggung jawab moral si penyusun dengan buku kamusnya.

Maka saya salut kepada pak Agus Hermawan Atmadilaga yang saya kenal bermula dari keterlibatan saya dalam Ekspedisi Geografi Indonesia (EGI) 2006 Pangandaran-Tangkubanparahu yang diselenggarakan oleh Pusat Survei Sumber Daya Alam Darat (PSSDAD) Bakosurtanal (Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional). Pak Aguslah yang mencetuskan ide EGI saat ia menjadi Kepala PSSDAD. Sampai tahun 2010 lalu, telah terselenggara delapan kali EGI di berbagai daerah di Indonesia (EGI I: Gunung Halimun Jabar, EGI II: Pangandaran-Tangkubanparahu Jabar, EGI III: Pulau Bali, EGI IV: Sulsel, EGI V: Gorontalo, EGI VI: Sumut, EGI VII: Jatim, dan EGI VIII: NTB).

Penyusun KSP, Agus Hermawan Atmadilaga adalah alumni S1 Teknik Geodesi ITB dan gelar masternya didapat di ITC, institut di negeri Belanda yang merupakan pusat teknologi penginderaan jauh (inderaja; remote sensing). Ia pensiun dari Bakosurtanal pada tahun 2010 dengan jabatan terakhir Kepala PPSDAD. KSP yang disusunnya adalah kamus tentang geodesi dan geomatika yang dalam perkembangan modernnya tidak lepas dari teknologi survei dan pemetaan dengan inderaja . Ketika menyangkut inderaja yang menggunakan teknologi informasi canggih, maka lema-lema sekitar komputer, internet dan dunia cyber, juga masuk di dalam KSP ini. Beberapa istilah tertentu Geologi, Geomorfologi, Geografi, Kehutanan, dan hal-hal yang umumnya terbaca di selembar peta pun, menjadi lema di KSP.

Dalam pengantar di sampul belakang buku, dituliskan bahwa KSP yang ditulis dengan gaya bahasa populer dan berilustrasi diharapkan dapat membantu menjembatani ketidaktahuan kita tentang istilah serta notasi baku yang biasa digunakan dalam kegiatan bidang survei dan pemetaan. Semoga.

Di halaman acknowledgement nama saya rupanya tertulis juga. Rasanya saya tidak menyumbang apa-apa kepada KSP ini. Tetapi apapun alasan pencantuman itu, saya berterima kasih kepada pak Agus atas penghargaannya itu.

Dua jempol teracung untuk kamus ini!

2 comments to Dua Jempol untuk Kamus Survei dan Pemetaan Berilustrasi

  • wah kayaknya seru nih pak buat kamusnya :D , sembari berpetualang keliling Indonesia :) . Indonesia itu memang indah… pengen keliling indonesia. Btw, kamusnya bisa saya dapatkan dimana ya pak ?

  • admin

    coba hubungi ISI (Ikatan Surveyor Indonesia)… alamat dan kontak bisa digoogling…

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>